Wednesday, 1 April 2015

REKRUTMEN CALON PENDIDIK KE SABAH & MINDANAU 2015

Kabar genbira bagi para lulusan LPTK baik yang sudah maupun belum menjadi guru telah dibuka pendaftaran calon pendidik untuk mendidik anak-anak Indonesia yang ada di Sabah, Johor Bahru Malaysia, dan Mindanau Filipina. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat P2TK Dikdas, yang dimana di tahun 2015 kuota yang dibutuhkan adalah 90 orang pendidik yang terdiri dari 20 orang pendidik PNS dan 70 orang pendidik non PNS DIUTAMAKAN dari LULUSAN PPG PASCA SM-3T.

Syarat Pendaftaran

Tahapan Seleksi 
Seleksi dilakukan dengan 2 tahap: 
Tahap 1 seleksi administrasi
Seleksi pendidik Bukan PNS dilakukan oleh Direktorat P2TK Dikdas bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di 5 LPTK yaitu :

    1.      Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI Bandung),
    2.      Universitas Negeri Semarang (UNES),
    3.      Universitas Negeri Surabaya,
    4.      Universitas Negeri Makasar, dan
    5.      Universitas Negeri Medan.
     Setiap LPTK menyeleksi secara administrasi calon pendidik pasca SM3T yang mendaftar dan memilih 45 orang calon pendidik sesuai kriteria untuk diikutkan dalam seleksi pusat. Direktorat P2TK Dikdas akan menyeleksi secara administrasi calon pendidik non SM3T dan PNS yang mendaftar dan memilih 75 orang calon pendidik sesuai kriteria untuk di ikutkan dalam seleksi pusat.

Berkas yang harus dilengkapi:
1. Formulir pendaftaran yang sudah diisi dengan lengkap;
2. Formulir surat ijin orangtua/suami/isteri;
3. Formulir surat pernyataan menjadi pendidik;
4. Formulir surat pernyataan tidak menuntut menjadi PNS;
5. Surat ijin dari kepsek bagi PNS atau surat ijin dari yayasan bagi calon pendidik bukan PNS;
6. Fotocopy ijazah terakhir yang dilegalisir;
7. Fotocopy sertifikat pendidik;
8. Fotocopy KTP;
9. Surat keterangan sehat dari dokter;
10. Surat keterangan bebas narkoba dari dokter/(BNN)/Rumah Sakit Ketergantungan Obat;
11. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
12. Pasphoto berwarna terbaru, berlatar belakang putih ukuran 4x6 dan 3x4 masingmasing 2 lembar (bagi laki-laki memakai pakaian jas dan dasi, bagi wanita memakai pakaian bebas rapi, bagi yang tidak memakai kerudung, telinganya terlihat).
*Berkas nomor 1- 11 rangkap 2
*format no 1-4 didownload di website LPTK yang telah dipilih atau download di (sini)

Tahap 2 seleksi tertulis
Terdiri dari wawancara dan micro teaching oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setiap LPTK menyiapkan 45 orang calon pendidik dari SM3T bukan PNS untuk di seleksi di tingkat pusat. Direktorat P2TK Dikdas akan menyeleksi secara administrasi calon pendidik non SM3T dan PNS yang mendaftar dan memilih 75 orang calon pendidik sesuai kriteria untuk diikutkan dalam seleksi pusat.

# Panitia tidak menanggung biaya transportasi peserta seleksi. 

Jadwal Rekrutmen dan Seleksi




1. UPI ( bagi pendaftar lulusan PPG pasca SM3T) Gedung : University Center Lt 4
Cp : Drs. Ahmad Kustiwa
HP : 081321460212

2. UNNES ( bagi pendaftar lulusan PPG pasca SM3T)
Gedung :LP3 UNNES, Gedung H, Lt 1, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang
Cp: Agung Wiyanto
HP : 081575148591

3. UNESA ( bagi pendaftar lulusan PPG pasca SM3T)
Gedung: PPPG, Lt 1, Kampus UNESA Lidah Wetan
Cp : Dra. Nun Ida Masyuliia, MM
HP : 081357912321 (Ibu Uli)

4. UNM ( bagi pendaftar lulusan PPG pasca SM3T)
Gedung : P3G UNM, menara Pinisi Wing C, Lt 4, Jl. A.P. Pettarani, Makassar
Cp : Andi Muhammad Irfan
HP : 081242901699

5. UNIMED ( bagi pendaftar lulusan PPG pasca SM3T)
Gedung: Kantor PR I UNIMED, Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate
Cp : Ngatiman
HP : 081263159825

6. P2TK DIKDAS( bagi pendaftar non lulusan PPG pasca SM3T dan PNS )
Gedung C Lt. 18 Komplek Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta
Cp: Marista HP: 085761300828

Sumber:  

Guru dan Wirausaha


Menjadi seorang guru adalah sebuah pilihan. Sejak awal kita kuliah di fakultas keguruan dan dapat gelar S.Pd kita sudah berniat untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru tidaklah semudah yang dibayangkan, tinggal mengajar dan dapat bayaran besar, itu mungkin salah satu pikiran kita saat mau daftar di fakultas keguruan. Mungkin saja itu juga permintaan dari orang tua kita.
Apapun itu, kita sekarang sudah menjadi seorang guru, entah itu guru honorer maupun sudah PNS. Walaupun perbedaan gajinya bagaikan bumi dan langit, yang penting niat kita ikhlas ingin mengabdikan hidup kita bagi dunia pendidikan. Yakinlah Allah Maha Mengetahui  apa yang kita kerjakan dan tidak ada hal kebaikan yang akan sia-sia. Insya Allah itu akan jadi amal jariyah bagi kita yang pahalanya terus mengalir. Karena sejak awal jalan itu yang kita pilih, jangan pernah menyesal untuk menjadi seorang guru, karena guru adalah pekerjaan yang mulia.
Saya sangat memaklumi ada sebagian besar guru honorer yang mengeluh gajinya kecil, tidak cukup menghidupi keluarga padahal pengabdiannya sudah bertahun-tahun. Saya sendiri juga pernah merasakan hal itu, karena saya sendiri juga guru honorer yang tidak mendapatkan tunjangan apapun kecuali gaji dari sekolahan. Tapi semuanya kembali pada niat kita awal. Kita menjadi guru karena ingin memperoleh hidup yang layak apa ingin mengabdikan ilmu kita.
Dosen saya pernah berkata ” kalau ingin kaya jangan jadi guru tapi jadilah pengusaha”. Dari kata-kata beliau dapat diambil hikmah bahwa  menjadi guru harus disertai niat ikhlas tanpa pamrih dan bukan ajang untuk cari kekayaan ataupun cari gengsi dimasyarakat. Bukannya saya munafik tidak butuh uang, tidak sama sekali.
Uang adalah kebutuhan yang sangat urgen bagi kehidupan. Tapi ada banyak cara untuk mendapatkan rejeki Allah kalau kita mau berusaha dan memanfaatkan peluang yang ada. Bukannya hal yang mustahil jika menjadi guru sambil berwirausaha. Inilah sebenarnya anugerah tersembunyi yang diberikan Allah kepada kita. Disaat orang terdesak akan kebutuhan hidupnya sedangkan dari hasil mengajar sangat tidak mencukupi, maka akan muncul 1001 ide bagaimana cara mendapatkan penghasilan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Disinilah muncul ide-ide kreatif kita, misalnya membuat bros untuk dijual (pengalaman pribadi nih, hehe), beternak ayam, membuat warung makan, membuka catering, mencoba menulis untuk dikirim di media (masih dalam rencana dan belajar), membuka les, jual beli online yang saat ini sedang banyak diminati dan masih banyak yang lainnya.
Sekedar saran, Anda bisa membaca buku-buku biografi pengusaha sukses seperti Khairul Tanjung, dengan  demikian Anda akan termotivasi untuk berwirausaha. Hitung-hitung bisa mengurangi pengangguran, siapa tau malah bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hebat kan? Kalau tidak terdesak kebutuhan ekonomi apa mau kita bersusah payah merintis usaha? Kita positif thinking aja, kita belum bisa jadi PNS karena kita ingin dididik dan ditempa agar kita menjadi orang yang kreatif.
Janganlah kita  minta dikasihani karena kita sudah mengabdi lama kok ga diangkat-angkat. Sehingga pemerintah merasa guru honorer merepotkan dan akhirnya membatasi guru honorer karena takut menuntut diangkat jadi PNS. Soalnya hal yang tidak mungkin juga kan mengangkat semuanya, butuh proses dikarenakan guru honorer banyak sekali, semua terkait dana APBN. Disini saya bukannya membela pemerintah tapi itu kenyataannya, kita tidak bisa “ngejebne” pemerintah karena honorer sekarang dan dulu sangat berbeda jauh dalam hal kuantitas.  Kita sebagai guru honorer harusnya bisa menunjukkan wibawa kita dengan memperlihatkan skill kita, loyalitas kita dan kemandirian kita agar kita tidak diremehkan lagi dan orang bisa melihat kita bukan dengan pandangan memelas/mesakne tapi bangga dengan kita.
Sebuah pelajaran dapat kita ambil dari Bu Een, seorang guru yang terus mengabdikan ilmunya walaupun kondisinya lumpuh. Beliau tetap semangat mengajar dalam keterbatasan yang dimilikinya. Beliau senang kalau anak-anak jadi pintar dan semangat dalam belajar. Semangat itulah yang seharusnya kita contoh dan kita ikuti. Buah dari keikhlasan dan pengabdiannya, Bu Een akhirnya bisa mewujudkan impiannya yaitu pergi ke istana negara. Bahkan didampingi oleh Bapak SBY serta petinggi-petinggi negara lainnya. Kita sebagai guru bangga juga kan terhadap Beliau?
Jadi sekali lagi saya ungkapkan, tidak ada hal kebaikan yang kita lakukan akan sia-sia. Semua ada balasannya, pahala sudah pasti, amal jariyah yang akan terus mengalir, kepuasan kita saat melihat anak didik kita menjadi anak yang pintar dan sukses, rejeki yang barokah, dan insya Allah kebaikan akan mengiringi setiap langkah kita. Amiin,,,,

( by: Diannita / Ratna Dewi )


Tuesday, 31 March 2015

PELUANG USAHA UNTUK GURU HONORER


Peluang Usaha Untuk Guru Honorer, Sukwan (Guru Non PNS) – Berbahagialah Anda jika Anda berprofesi sebagai seorang Guru. Guru adalah profesi yang sangat mulia karena berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan pernah berkecil hati meskipun Anda seorang guru honorer, sukwan ataupun guru non pns lainnya.

Memang keadaan di Indonesia saat ini sangat tidak berpihak pada guru yang bukan PNS. Jika kita membaca di berbagai berita baik online maupun media yang lainnya, hanya cerita penderitaan dari gaji guru honorer atau sukwan yang terdengar. Masih banyak guru yang bergaji 300 rb, 200 ribu dan bahkan ada yang bergaji 50 ribu. Jika Anda termasuk bagian dari guru sukwan atau guru honorer tersebut, sebaiknya jangan hanya diam berpangku tangan saja. Cobalah lebih kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada. Di bawah ini ada beberapa peluang usaha untuk duru honorer, sukwan atau guru non pns yang patut Anda coba.

1. Membuka Usaha Les Atau Bimbingan Belajar
Yang paling mudah dan mungkin untuk Anda kerjakan sebagai kerja sampingan adalah dengan membuka les atau bimbingan belajar. Manfaatkan saja rumah untuk membuka bimbingan, jika belum mempunyai pelanggan Anda bisa memulainya dengan murid Anda sendiri.

2. Menjual Buku Pendukung Pelajaran
Usaha yang sangat menjajanjikan jika Anda mempunyai jaringan guru yang luas. Buku pendukung pelajaran atau LKS saat ini sangat dibutuhkan oleh semua guru. Manfaatkan jaringan pertemanan guru yang sudah Anda punyai untuk memasarkan buku dagangan Anda.

3. Buka Usaha Warung Kopi
Mungkin sedikit melenceng dari profesi guru Anda, namun usaha ini sangat prospektif jika Anda kerjakan. Selain itu kelonggaran waktu juga bisa Anda manfaatkan sebaik – baiknya untuk membuka warung kopi. Omzet untuk warung kopi juga tidak main – main, karena jika warung kopi yang Anda kelola berjalan bisa menjadi penopang ekonomi Anda.

4. Berbisnis Atau Kerja Online
Berbisnis atau bekerja secara online merupakan pilihan yang sangat bagus untuk Anda kerjakan. Ada banyak pekerjaan yang bisa Anda kerjakan secara Online, seperti misalnya berjualan secara online, menjadi freealncer pada sebuah proyek. Dan masih banyak lagi yang lainnya.


Jadi pak dan bu guru yang belum pns, jangan menggantungkan nasib Anda pada pemerintah saja ya, jadilah seorang guru yang kreatif dan pantang menyerah.dikutib.Info Guru ( 30 Maret 2015)

Oleh : Nabila Nusadina

1224 ALUMNI SM3T KANTONGI SK CPNS


DIKTI- “Ini pemenuhan janji kami sesuai permintaan publik tentang jaminan PNS kepada peserta SM-3T.”
Hal ini disampaikan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Prof. Supriadi Rustad dalam pertemuan pers bersama beberapa media di sesela acara “Penerbitan Usulan SK dan NIP bagi CPNS Guru Formasi SM-3T”, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (26/3).
Pernyataan Rustad dibuktikannya dengan mengundang 29 Perangkat Pemerintah Daerah di Indonesia untuk memproses penerbitan SK dan NIP bagi guru alumni SM-3T angkatan pertama. Sejak Senin (23/3), mereka berkumpul untuk menuntaskan legalitas status guru formasi khusus tersebut sehingga segera dapat berkarya di sekolah penempatan masing-masing.
Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa nilai tawar bagi peserta Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) telah terakui. Sejak 2011, program yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini telah memberangkatkan sebanyak 10.452 sarjana untuk mengabdi dalam upaya mempercepat pembangunan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Mereka sudah kenyang pembekalan. Hidup di pulau terpencil dengan akses sulit selama satu tahun itu tidak gampang,” tambah Rustad.
Dari 1224 calon guru formasi khusus SM-3T yang terjaring, 809 diantaranya sudah siap ditempatkan karena formasi dan lokasi sudah tersedia. Sedangkan sisanya masih menunggu teknis kesesuaian formasi dengan bidang studi. Dari jumlah tersebut, formasi guru sekolah dasar menempati urutan prioritas terbesar, hampir 60 persen. Sisanya diperuntukkan bagi guru bidang studi. SK dan NIP bagi mereka sudah tuntas tercetak dan berlaku per 1 April 2015. Mereka tersebar antara lain di tiga provinsi utama yaitu NTT, Aceh, dan Papua.
Sekretaris Daerah Lanijaya, Papua, Christian Sohilait mengatakan pihaknya telah menyediakan fasilitas terbaik untuk guru-guru formasi SM3T ini. Daerah ini mendapatkan distribusi 21 guru yang siap bekerja pada jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Sebab SM-3T bagi kami adalah sekutu pendidikan, sebab Papua sangat butuh banyak guru, dan mereka akan membuat kami menang minimal dengan bisa menulis dan membaca,” ujarnya optimistis. (nrs)di Kutib.Dikti (26 Maret 2015)

Guru yang belum Sertifikasi Dilarang Mengajar


Guru-guru yang tidak bersertifikasi dan tidak S1 sampai Desember 2015, sesuai ketentuan UU dilarang mengajar.
Guru yang belum sertifikasi atau belum memiliki sertifikat pendidik profesional yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal dilarang mengajar. Batas akhir ketentuan guru harus bersertifikasi dan mengantongi ijazah sarjana (S1) ini tinggal beberapa bulan lagi.
Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kemendikbud, Syawal Gultom mengatakan sesuai UU Guru dan Dosen, seluruh guru yang belum S1 harus menyelesaikan pendidikannya dengan batas akhir Desember 2015, jika tidak mereka dilarang mengajar, ini agar indeks kompetensi guru jelas.
"Guru-guru yang tidak bersertifikasi dan tidak S1 sampai Desember 2015, sesuai ketentuan UU dilarang mengajar. Tapi, kami harus hati-hati melaksanakan ini karena bisa menyebabkan terjadinya kekurangan guru, kutip dari JPNN (30/03/2015).

Sunday, 29 March 2015

SM3T MembawaKu ke Papua


distrik kurima
Merantau bukan pengalaman pertama dalam kehidupan saya, itulah mengapa saya yakin ikut program SM3T yang di selenggarakan oleh Dikti lewat LPTK Unnes Semarang. Awalnya sulit menyakinkan kedua orang tua, karena saya pernah gagal merantau di tanah Kalimantan Selatan. “Tidak usah to le, nanti seperti yang dulu ga’ krasan terus jual motor untuk pulang” ibu saya berkata demikian, tetapi tekat merantau saya sudah bulat. Saya berkata pada ibu” ini kan program Dikti to bu, jadi ada jaminan dan gaji yang tetap dan juga semua biaya pulang pergi di tanggung serta dapat bonus PPG bu”. Kami terus berdialog dan saya berusaha menyakinkan kedua orang tua. Perlu di maklumi bahwa saya adalah anak tunggal makanya ibu sangat khawatir jauh dari saya. Keyakinan saya yang menggebu – gebu meluluhkan hati bapak dan ibu, dan akhirnya saya di ijinkan untuk ikut SM3T. Alhamdulillah saya berkata dalam hati, rasanya senang sekali bisa berpetualang lagi biarpun tak tahu nanti ditempatkan dimana.
Pendaftaran on line sudah saya lakukan dan akhirnya saya lolos dalam seleksi tahap satu yaitu tes administrasi, ucap syukur selalu terucap dalam mulut saya. Selanjutnya tes tahap dua yaitu tes on line di laboraturium Unnes, disana saya ketemu dengan kawan – kawan dari kampus UKSW Salatiga yang juga ikut seleksi dan Alhamdulillah saya lolos lagi. Saat yang di nantikan adalah tes tahap tiga sekaligus tes penentu yaitu tes psikotes dan wawancara. Lagi –lagi saya ucapkan Alhamdulillah karena saya lolos tes tahap akhir dan saya keterima sebagai peserta prakondisi dan siap untuk di berangkatkan di tempat tugas.
prakondisi sm3t
Diluar dugaan bahwa kegiatan prakondisi dilaksanakan di kota Salatiga, dimana kota tempat saya kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana. Ini merupakan Suatu kehormatan bahwa peserta SM3T dari berbagai kampus bisa datang di kota Salatiga, kota yang dingin dan banyak kenangan bagi saya. Tepatnya tanggal 1 - 12 Agustus 2013 dilaksanakan prakondisi sebelum diberangkatkan ke tempat tugas, dimana peserta ditempa berbagai keahlian sesuai bidang study dan ketrampilan – ketrampilan lain sesuai daerah penempatan. Ada yang selalu saya dan teman-  teman nantikan saat prakondisi yaitu pengumuman dimana kami akan di tugaskan. Pada hari kedelapan prakondisi tepatnya pagi hari, barulah ada pengumuman yang ditempel di depan aula. Hati ini terasa berdetak kencang saat mengetahui hal itu, dan akhirnya saya melihat pengumuman, tak di sangka saya ditempatkan ditempat yang angkatan 1 dan 2 belum pernah ditugaskan disana yaitu papua, tepatnya di Kabupaten Yahukimo. Setelah pengumuman, teman sekamar pun sudah tahu bahwa saya ditempatkan di papua, dan ada 4 teman lainnya sebut saja Juned, Viktor, Zaenal, dan Candra yang sekamar dan ditempatkan di Papua. Entah kenapa kami yang ditempatkan di Papua selalu menjadi bahan ejekan, seperti menakuti kami kalau disana semua barang mahal, gaji bisa habis, orangnya primitive, dan lain sebagainya. Padahal kami yang ditempatkan di Papua membutuhkan support atau dukungan dari lingkungan keluarga dan teman – teman. Tak hanya teman – teman saja, tetapi banyak godaan sebelum berangkat ke Papua seperti  saat dirumahpun ada keluarga dari  Ayah yang mengingatkan kalau tidak usah dilanjutkan dan di suruh untuk cari kerja yang lain saja, tapi saya yakin dan mantab, bahwa saya bisa untuk berjuang mencerdaskan anak didik di Papua dan bisa bertahan di bumi Papua dengan segala resiko yang ada.
bandara sentani jayapura
Pada tanggal 25 Agustus 2013 saya diberangkatkan ke Papua bersama teman – teman angkatan tiga dengan membawa tekat yang berapi – api untuk berjuang mencerdaskan bangsa Indonesia di bagian Timur. Melalui kampus Unnes pada pagi hari saya berangkat menggunakan bus menuju Jakarta, sekitar waktu magrib saya sampai di bandara Soekarno – Hatta. Penerbangan dengan Lion Air di mulai pukul 23.00 dan sampai di bandara Sentani, Jayapura sekitar pukul 06.00 waktu Indonesia Timur. Setibanya di sentani saya terkejut bahwa keadaan bandara yang terbilang kecil untuk setingkat Propinsi dan minim fasilitas serta melihat kebiasaan orang – orang asli Papua yang mengunyah pinang membuat saya geli dan risi. Karena pesawat menuju Dekai, Yahukimo delay maka penerbangan ditunda dan dilanjutkan besuk pagi. Pada keesokan harinya saya terbang dengan pesawat Trigana Air menuju Yahukimo, taka lama kemudian sekitar 45 menit sampailah di kota Dekai, Kabupaten Yahukimo tempat dimana saya akan mengabdi Selama satu tahun.
distrik kurima
Kurima merupakan bagian distrik dari kabupaten Yahukimo yang letaknya berdekatan dengan kota Wamena kabupaten Jayawijaya. Disinilah kami bersebelas orang memulai pengabdian menjadi guru SM3T, setelah diberangkatkan pada tanggal 3 Januari 2014 melalui penantian yang panjang karena kurang lebih ada tiga bulan lamanya saya menunggu kepastian sambil mengabdi di SD Metanoya. Setibanya di wamena saya kagum melihat kemajuan kota wamena dari segi infrastruktur jalan maupun kendaraan yang sangat banyak, padahal jalan menuju Wamena hanya bisa di lalui lewat udara.  Kondisi cuaca di wamena sangat dingin karena diapit oleh pegunungan serta hembusan angin kurima yang selalu datang ke kota.
Bapak pengawas yang mengantar kami mengatur penempatan dan serah terima untuk mengajar di sekolah – sekolah yang ada di Distrik Kurima. Hari pertama kami survey tempat serta koordinasi lapangan dengan kepala sekolah, setelah itu membuat keputusan kapan kegiatan resmi untuk serah terima kami ke sekolah – sekolah yang telah ditentukan. Tibalah hari serah terima kami, yang di hadiri oleh guru – guru mulai dari SD sampai SMA. Tata acara pun dimulai dari sambutan sampai penutup acara, dan akhirnya masing – masing kepala sekolah atau yang mewakili membawa kami untuk melihat sekolah  masing – masing serta mengatur kapan mulai masuk mengajar di sekolah. Tapi masih ada masalah mengenai bagaimana kami menginap nanti, karena pada umumnya ada rumah tapi tidak ada fasilitasnya, sedangkan dinas terkait tidak memberikan bantuan kepada sekolah untuk memberikan fasilitas minimal perabot alat memasak. Secara kebetulan untuk penempatan di SD menawari kami untuk tinggal di sana, dan sudah ada fasilitas perabot alat masak serta alat tidur biarpun minim, sehingga kami hanya menambah beberapa kekurangan yang ada. Jadi kami bertujuh dari SM3T Unnes bertempat tinggal di perumahan SD YPK Polimo, adapun yang 4 orang dari UNIMED menginap di perumahan SMP Kurima.
sungai distrik kurima
Saya bertugas di SD YPK Polimo yang terletak di antara 2 bukit dan di pinggir sungai Baliem yang berada di kampung Heme Distrik Kurima. Sekolah berada tepat terletak di ibu kota kecamatan/ Distrik Kurima. SD YPK Polimo hanya memiliki 97 siswa yang terbagi dalam enam  kelas  yaitu kelas I, II, III, IV , V dan VI. Sekolah ini  didirikan pada  tahun 1970. SD YPK Polimo  memiliki pendidik dan karyawan sejumlah 14 orang, jumlah tersebut terdiri dari 12 orang PNS dan 2 orang GTT. Jumlah guru pada sekolah ini terbilang cukup.
Kondisi gedung sekolah masih tergolong baik. Sekolah memiliki 6 ruang belajar dan 1 ruang kantor dan ruang kepala sekolah. Jumlah rombel yang ada adalah 6 rombel. Alat peraga, media,  dan buku pelajaran  sangat kurang. Kurangnya buku pelajaran itu yang mempengaruhi terhambatnya kegiatan belajar mengajar.
Sebagian besar siswa SD YPK Polimo kurang disiplin dalam hal berpaikaian. Banyak siswa yang tidak memiliki pakaian seragam lengkap, seperti sepatu, ikat pinggang, dan atribut yang lain. Siswa tidak terbiasa mandi saat berangkat sekolah karena daerah yang dingin. Prestasi belajar siswa juga masih tergolong rendah, wawasan siswa sangat sempit, mereka cenderung cepat lupa, mudah bosan dan mudah capek. Daya serap siswa akan pelajaran tergolong kurang karena siswa hanya belajar di sekolah saja, sepulang sekolah siswa membantu orang tua bekerja di kebun, dan pada malam harinya mereka tidak bisa belajar karena sudah capek dan juga tidak ada listrik.
guru distrik kurima
Sebagian besar guru terlambat saat datang ke sekolah karena sebagian besar guru tinggal di kota Wamena. Jarak yang di tempuh guru sampai ke sekolah rata – rata 28 Km, kurang lebih hampir satu jam dengan modal transportasi taxi berupa mobil kijang atau pix up yang diberi box. Biaya untuk pulang pergi dari sekolah kekota bisa menghabiskan uang 50 - 75 ribu perhari, sehingga banyak sebagian guru yang berpikir ulang untuk masuk rutin tiap hari kerja. Selain itu, tantangan yang di hadapi guru yaitu harus melawati sungai yetni yang sering banjir dan dapat membahayakan nyawa. Jadi dengan alasan itulah kondisi pendidikan di dsitrik kurima secara umum masih jauh dari harapan. Saya hanya berharap bahwa suatu saat perjuangan saya dan teman – teman sekarang membawa manfaat bagi kemajuan dalam bidang pendidikan di tanah Papua khususnya di daerah penempatan saya. Itulah goresan tinta pengalaman yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat, Amiin.

By : Hadi Siswanto, S.Pd
Pengalaman Pribadi

Monday, 16 March 2015

Wisata Bukit dan Air Terjun Hitigima, Jayawijaya


Liburan telah tiba….itulah ungkapan rasa senang yang kita ungkapkan. Pada hari kamis 8 januari 2014, dimana teman – teman dari SM3T Unimed datang ke Wamena, kabupaten Jayawijaya untuk berwisata.  Rencana demi rencanapun sudah terjadwal, sungguh luar biasa…mereka pun mengajak kami, tetapi hanya aku yang bersedia, karena kapan lagi bisa melewatkan suatu kebersamaan dan menikmati keindahan alam Pegunungan tengah Papua. Petualanganpun dimulai, pada pukul 15.00 WIT kami berangkat dengan porsonil kurang lebih 15 orang menuju Hitigima. Dengan dipandu oleh kawan dari SM3T Unmul asal medan sebut saja Iren, kami berjalan kaki dari Potikelek sampai ke pasar Woma untuk naik Taxi atau angkutan menuju Hitigima. Sebenarnya ada alat transportasi seperti becak atau ojek menuju pasar Woma, tetapi kawan – kawan lebih memilih jalan kaki, karena jaraknya tidak begitu jauh.
Akhirnya dapat 1 angkutan dan dicarter dengan rincian dana per orang 15 – 20 ribu untuk sekali jalan. Perjalananpun dimulai, dimana bukit – bukit selalu mengiringi di setiap sudut jalan menuju Hitigima. Tak lama sekitar 20 menit sampai di sekolah penempatan kawan dari Unmul yaitu Kadir dan Ferdinan tepatnya SD YPPK Hitigima. Begitu tiba di SD pada pukul 16.00 WIT kamipun istirahat sejenak dan berfoto ria, kemudian bersiap untuk naik bukit Hitigima. Jalan setapak demi setapak kami lalui dan melihat sekeliling rumah warga dan segala aktifitasnya seperti berkebun, berburu dan mengambil air di sungai. Perjalananpun begitu menanjak dan medannya cukup membuat lelah, biarpun tak seberat menaiki puncak gunung.
Setelah berjalan kaki sekitar 1 jam lebih sampailah di atas  bukit, tetapi  saat kawan – kawan masih menuju keatas bukit yang paling tinggi lagi, aku dan 2 kawan yang lain tidak melanjutkan karena aku merasa di sinilah pemandangan yang paling bagus.  Jrenggg….inilah saatnya berfoto ..haaa…silahkan di saksikan sendiri bagaimana kedahsyatan alam Papua melalui dokumentasiku.









Pada hari berikutnya yaitu 9 Januari 2014, kami melanjutkan petualangan kami, dengan di pandu bang Kadir dkk…tapi sungguh luar biasa, pagi hari kami diberikan sarapan pagi oleh kawan – kawan dari Unmul, terima kasih Iren ma Lian….sungguh kebersamaan itu sangatlah indah untuk di rasakan dan di kenang.
Sebelum berangkat untuk menuju air terjun, kamipun membantu untuk mengambil air dan mencuci piring sekalian untuk melihat keindahan sungai Hitigima yang jernih dan berbatu. Nah inilah hasil jepretennya….silahkan dilihat kenarsisan kami….heee


Pada pukul 10.00 WIT petualanganpun berlanjut, seakan tubuh ini punya kekuatan super karena begitu semangatnya untuk mengabadikan setiap moment..heee…maklum orang narsiss…
Perjalanan diperkirakan akan ditempuh sekitar 2 jam untuk sampai di air terjun desa Air Garam. Sungguh luar biasa pemandangan selalu mengiringi perjalanan demi perjalanan. Penyakit narsispun mulai timbul saat melihat batu yang sangat besar….aku dan lisda seolah berlomba untuk sampai duluan kebatu tersebut….dan brakkk….terjadilah sebuah inseden yang tak pernah kulupakan sampai sekarang, sebab kakinya lisda terkilir saat lompat ketanah, saat itulah aq merasa sedih dan bersalah..heee..tapi semangat tak boleh menyerah., walaupun kaki terkilir dan jalanpun semakin lambat, kamipun selalu setia menunggu…bak ibarat perjuangan film 5 cm…wah andai saja di filmkan….he..ngayal dikit..inilah kondisi terakhir kami saat narsis dalam perjalanan menuju air terjun…


Saat dinanti telah tiba….kami sudah berada di perkampungan Air Garam, dan masih harus melewati ladang, hutan dan sungai…penduduk lokalpun mulai banyak kami temui..ada yang berkebun, mencuci hasil kebun seperti ubi dll,..tak lupa babi atau “wam” sebutan orang Papua juga berkeliaran di sungai..jadi hati2 ya kalau lewat sungai..hee…jalanpun di penuhi ranjau darat alias tai babi….haaa..itulah Papua…jrengg..jrengg….ternyata sudah tiba di air garam yang terkenal asinnya..namanya juga air garam pasti asinlah..hee..tapi kok bisa ya ada sumber di pegunungan seperti itu..??..itulah misteri..dan keatas sedikit sudah sampai air terjun yang fenomenal…biarpun tidak tinggi tapi sungguh puas dan bersyukur bisa menginjakkan kaki sampai sejauh ini….dan tak lupa selalu bersyukur ..Alhamdulillahirrobil’alamin….


Setelah puas berfoto dan bermain air, kamipun pulang untuk kembali ke bescamp di SD YPPK Hitigima. Dan hidanganpun sudah disajikan teman – teman dari Unmul..sungguh kami tamu yang beruntung..hee..sebelum pulang kami berpamitan untuk kembali ke kota Wamena untuk beristirahat dan memulai merencanakan lagi jadwal selanjutnya..hee..kami berfoto bersama untuk mengabadikan pertemuan kami yang mungkin sulit untuk di ulang tapi akan mudah untuk di kenang..heee..inilah personil yang terdiri dari SM3T UNNES, UNIMED dan UNMUL…semoga catatan kecil ini bermanfaat..dan mohon maaf apabila dalam menyajikan kata kurang berkenan..Salam SM3T…!!