Categories

Showing posts with label HIBURAN. Show all posts
Showing posts with label HIBURAN. Show all posts

Wednesday, 1 June 2016

Liburan di Gunung Andong


Kesepakatan yang spontan, itulah kata yang pas untuk sebuah rencana. Di sadari atau tidak kebiasaan kita yang suka touring dalam membuat perencanaan  dalam jangka lama biasanya banyak batalnya, tetapi yang spontan dan tak terencana itulah yang kadang selalu terlaksana. ...okee gaes, mau cerita nih, kebetulan temen2 tempat kerja saya dulu mengajak untuk touring, setelah saya tanya mereka mengajak muncak ke Gunung Andong. Inilah moment yang saya tunggu...!!!
Setelah melihat jadwal dan ternyata senin libur karna hari kemerdekaan 17 Agustus,nah akhirnya kita berangkat sabtu , 15 Agustus 2015 dengan pertimbangan minggu sudah balik dan senin bisa istirahat tiduran sampe puasss.. heee. Teman2 berkumpul di kantor Yuma Pustaka di Solo, dan berangkat habis magrib. Kebetulan saya kuliah di semarang tepatnya PPG PGSD Unnes di Ngaliyan, jadi jalan sendiri dan menunggu di kopeng. Perjalanan ku awali dengan penuh semangat walaupun hanya sendiri gaes..duh sedih banget..mau ngajak kawan dari Unnes gak da yang mau...hikk..hikk. akhirnya saya putuskan berangkat lebih awal jam 5. Setelah saya tiba di kopeng saya menunggu di Indomart terdekat. Kedatangan teman2 sangat lamaaa sekaliii, karena ada yang bannya bocor, ...Edisi meringis kedinginan dan kelaparan., maklum belum makan dari Semarang. Sambil menunggu enaknya ngemil agar perut sedikit terisi dan chattingan biar gak bĂȘte..beteeeee....
Sambil menunggu, melihat rombongan pendaki lain, entah pendaki merbabu atau Andong....waooww ramee bangett...jadine Cemungudd gaesss..benerr dech..auranya jadi tambah..semangat mudanya tu kayak greget banget..biarpun ngenes gaes, rombongan cowok semua tapi seru sihh..hee..
Lama ku menunggu....dan akhirnya teman2 datang dengan wajah yang berseri – seri, maklum ibarat kerja yang menjenuhkan dan bisa bersenang – senang itu waktu yang sangat dinanti banget. Kami berbincang – bincang sebentar sambil merencanakan kepuncaknya. Selesai rapat sejenak kemudian kita berangkat, tak lupa membeli makan dulu sebelum menuju ke TKP.
Tiba di gerbang pintu menuju Gunung Andong namanya desa Grabak, nanti tinggal masuk aja dan temukan penunjuk jalannya. Ada keterangan basecamp kok. Jangan takut tersesat..heee..rutenya kurang lebih sebagai berikut : Jika dari arah jalan raya Semarang – Solo kamu bisa langsung transit di terminal Pasar Sapi Salatiga kemudian ambil arah Magelang dan akan melewati Kopeng dan Pasar Ngablak. Di pasar Ngablak kamu akan melihat tugu berwarna biru, lalu belok kearah Grabag. Bila kamu sudah melewati lapangan sepak bola itu tandanya kamu ada di jalur yang benar. Setelah itu terus jalan sekitar 2 KM kamu akan melihat pertigaan makam dusun kenteng, belok kiri dan jalan terus sampai melihat plang SD Girirejo 2 ambil kanan, sampailah kamu di Basecamp Sawit.
Akhirnya sampe di parkiran dan bayar berapa ya ?? sekitar 3 – 5 ribu kayaknya..hee..lupa. Kami sholat dulu di masjid dekat parkiran, sambil makan bekal dikit dan sempat foto – foto dulu depan masjid. Tidak lupa kami berdoa dulu meminta keselamatan sebelum mendaki, selesai berdoa gaes langsung capcuss....go..gooooooo puncak Andong ! tiba di basecamp kami membayar uang tiket masuk per-orang 5 – 8 ribu. Setapak demi setapak kami lalui dengan kegelapan, soalnya gaes kami mulai muncak tu jam 21.30-an gitu. Jalan yang berbelok dan bercabang membuat kita ragu, tapi Alhmdulillah ada petunjuk arah yang memudahkan kami. Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan jadi sekitar pukul 23.00-an lebih kami sampai di puncak. Medannya cukup miring dan tinggi, kondisi jalan bagus, ada yang berbatu dan ada juga yang tertata rapi kayak tangga tetapi ya masih terdapat rumput lebat juga ada. Alhamdulillah, kami sampe puncak dan dingin banget gaes..sempat mau mendirikan tenda di atas akhirnya mengurungkan niat dan mencari lokasi yang agak bawah yang lumayan terlindungi oleh semak yang lebat jadi gak terlalu kena angin malam dech..kamipun bikin tenda, bikin kopi, mie, dll. Saat tidur sekitar jam 2 pagi,..waoww dingin banget..rasanya ketulang ...hemm...
Esok hari telah tiba, waktunya foto – foto mengabadikan setiap moment yang ada....jeprett...jeprett...jadilah...heee...
Ini gaes hasil jepretan kami....
gunung andong

gunung andong





gunung andong

gunung andong


gunung andong

gunung andong

gunung andong

gunung andong






gunung andong


Setelah kenyang sarapan pagi bikin mie dan kopi kamipun turun gunung, heee...sebelum pulang kami sepakat untuk mampir dulu.......mampirnya rahasia yaa.....mungkin sekian dulu cerita saya...thank gaess for reading...

Tembusan Yuma Dkk :
Kavit, Upi, Wahyu, ......dll.

Wednesday, 14 October 2015

Ekspedisi Curug Lawe dan Curug Benowo

curug benowo

Kali ini saya akan posting seputar liburan di Curug Lawe dan Curug benowo, tepatnya di desa Kalisidi, Gunung Pati. Di sela – sela kesibukan kuliah PPG PGSD di UNNES Semarang, kami ingin sejenak merefreshkan pikiran ini...akhirnya setelah berdiskusi panjanggg sekaliiii….jatuh hati pada “Ekspedisi Curug Lawe dan Curug benowo”.  Sebelumnya perkenalkan personil kami, diantaranya Bayu, Lutfi, Dinar, Ina, Dian dan saya sendiri Hadi….heee…berapa ? ada 6 orang ya jumlahnya..itulah kami.

Di awali perjalanan dari asrama PGSD Unnes, Ngaliyan Semarang pada pukul 09.00 WIB tanggal 14 Oktober 2015, setelah itu menuju arah BSD dan belok kiri melewati desa dan gang – gang yang entah sulit untuk di jelaskan satu persatu..hee..maklum kurang hafal karena hanya follower sejati..agagagag. Ternyata jalan yang kami lalui menembus jalan arah menuju Ungaran. Sebelum sampai di pertigaan menuju arah kampus Unnes sekaran ada gang belok kanan namanya Gapuro Desa kalisidi, masuk gang tersebut dan jalan lurus, kemudian belok kanan...nah ikuti jalan saja..lurusss teruss ntar kalau ada tulisan arah menuju curug lawe ikuti saja sesuai petunjuk jalan yang ada…okee…kalau tersesat bisa tanya – tanya penduduk setempat..heeee..
Jalan yang menanjakkk teruuussss..membuat sepeda motorku agak berat  dan sulit untuk move on..hee..maklum motor habis rewel dan baru di servis masih kurang optimal.dan juga saya boncengin cewek cantik yang mempunyai berat agak lumyanlah..wkwkwk..maafin yaa..bercanda..heee...biarpun naiknya agak ngeden…bahasa jawa tuh..apa coba artinya ? cari sendiri ..haaa…perlahan tapi pasti, akhirnya sampai juga di pos pertama yaitu tempat parkir motor di Curug Lawe.
Jangan bergembira dulu, untuk menuju air terjun harus berjalan kaki…wahh…harus celalu cemangat nih…perjuangan belum usai…haaa..kita sampai  di parkiran sekitar pukul 10an, maaf lupa cek waktu..tapi sekitar satu jaman dari asrama..kami mulai berjalan kaki  menyusuri bendungan kecil dan agak ekstrim  juga..karena tebingnya curam sekali.bikin bulu ini merinding seperti di kawal bidadari kuntil anak…hihh seremm…
Perjalanan pun kami lalui dengan sabar, di bilang sabar karena sepanjang perjalanan melewati waduk kecil hanya  bisa di lalui 1 orang, jadi harus bergantian dengan arah yang berlawanan. Setelah menyusuri air dan tebing…akhirnya sampai juga di hutan…lumayan lebat juga dan masih bagus..pohon – pohon di sekitar masih asli…sumpah gede banget tu pohon..keren…alami cuy…pepohonan yang rindang sedikit mengurangi panasnya terik matahari dan air yang mengalir juga membuat perjalanan kami terasa mengasikkan dan damai….haaa..alam selalu memberi ketenangan bagi manusia yang mau menikmatinya..jadi Save alam…hee..
jalan curug lawe


jalan curug lawe

curug lawe

Ketika dalam perjalanan ada jembatan unik dan ekstrim..namanya jembatan Romantis..hee..sangat ekstrim karena berada di ketinggian yang lumayan tinggi dan romantis karena tempatnya yang damai, sejuk, di atas tebing dan di hutan serta cat jembatan yang berwarna merah membuat suasana menjadi syahdu….haaaa….kamipun menyempatkan berfoto di sana..biarpun gak punya pasangan harus tetap bergaya biar eksis…My Trip My Adventure…
curug lawe

Berbagai rintangan air dan jembatan kecil kami lalui, dan akhirnya sampai juga di Curug Lawe yang kami impikan ..hee..kurang lebih memakan waktu 1 jam lebih sedikit untuk menuju curug. Sambil kami berfoto ria dan berselfi, kamipun menikmati keindahan alam dan berucap syukur kepada tuhan karena diberi kesempatan yang indah ini,,Alhamdulillah…luar biasa di curug buannyak sekali lautan manusia yang berjubel…maklum pas liburan 1 Suro..hee..
curug lawe

curug lawe

air terjun curug lawe



curug lawe

Setelah dari Curug Lawe kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Curug Benowo, seperti pepatah “sekali mendayung 2 pulau terlewati”..tak lama setelah kami berjalan menaiki bukit yang curam menuju curug benowo melalui jalan alternative, sampai juga di curug benowo..waoouww ternyata tak kalah tingginya dengan Curug Lawe, pemandangannya begitu indah..cocok untuk agan2 yang mau prewedding…haaa…seperti biasa kami menikmati pemandangan sambil berfoto narsis layaknya anak kecil yang riang gembira….haaaa


curug benowo

curug benowo




Akhirnya perjalanan sudah usai dan waktu sudah menunjukkan waktu 13.14,  dari Curug Benowo kami balik dengan arah yang berbeda tetapi akan tembus jalan yang sama lagi..setelah sampai pos parkir pada pukul 13.55 langsung cabut dan mencari masjid terdekat untuk sholat. Kemudian kami makan dan pulang sampai asrama tepatnya pukul 16.10., Syukur Alhamdulillah perjalanan selamat sampai tujuan …dan akhirnya sekian dan terima kasih…semoga bermanfaat..Amin.

Wednesday, 1 April 2015

Guru dan Wirausaha


Menjadi seorang guru adalah sebuah pilihan. Sejak awal kita kuliah di fakultas keguruan dan dapat gelar S.Pd kita sudah berniat untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru tidaklah semudah yang dibayangkan, tinggal mengajar dan dapat bayaran besar, itu mungkin salah satu pikiran kita saat mau daftar di fakultas keguruan. Mungkin saja itu juga permintaan dari orang tua kita.
Apapun itu, kita sekarang sudah menjadi seorang guru, entah itu guru honorer maupun sudah PNS. Walaupun perbedaan gajinya bagaikan bumi dan langit, yang penting niat kita ikhlas ingin mengabdikan hidup kita bagi dunia pendidikan. Yakinlah Allah Maha Mengetahui  apa yang kita kerjakan dan tidak ada hal kebaikan yang akan sia-sia. Insya Allah itu akan jadi amal jariyah bagi kita yang pahalanya terus mengalir. Karena sejak awal jalan itu yang kita pilih, jangan pernah menyesal untuk menjadi seorang guru, karena guru adalah pekerjaan yang mulia.
Saya sangat memaklumi ada sebagian besar guru honorer yang mengeluh gajinya kecil, tidak cukup menghidupi keluarga padahal pengabdiannya sudah bertahun-tahun. Saya sendiri juga pernah merasakan hal itu, karena saya sendiri juga guru honorer yang tidak mendapatkan tunjangan apapun kecuali gaji dari sekolahan. Tapi semuanya kembali pada niat kita awal. Kita menjadi guru karena ingin memperoleh hidup yang layak apa ingin mengabdikan ilmu kita.
Dosen saya pernah berkata ” kalau ingin kaya jangan jadi guru tapi jadilah pengusaha”. Dari kata-kata beliau dapat diambil hikmah bahwa  menjadi guru harus disertai niat ikhlas tanpa pamrih dan bukan ajang untuk cari kekayaan ataupun cari gengsi dimasyarakat. Bukannya saya munafik tidak butuh uang, tidak sama sekali.
Uang adalah kebutuhan yang sangat urgen bagi kehidupan. Tapi ada banyak cara untuk mendapatkan rejeki Allah kalau kita mau berusaha dan memanfaatkan peluang yang ada. Bukannya hal yang mustahil jika menjadi guru sambil berwirausaha. Inilah sebenarnya anugerah tersembunyi yang diberikan Allah kepada kita. Disaat orang terdesak akan kebutuhan hidupnya sedangkan dari hasil mengajar sangat tidak mencukupi, maka akan muncul 1001 ide bagaimana cara mendapatkan penghasilan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Disinilah muncul ide-ide kreatif kita, misalnya membuat bros untuk dijual (pengalaman pribadi nih, hehe), beternak ayam, membuat warung makan, membuka catering, mencoba menulis untuk dikirim di media (masih dalam rencana dan belajar), membuka les, jual beli online yang saat ini sedang banyak diminati dan masih banyak yang lainnya.
Sekedar saran, Anda bisa membaca buku-buku biografi pengusaha sukses seperti Khairul Tanjung, dengan  demikian Anda akan termotivasi untuk berwirausaha. Hitung-hitung bisa mengurangi pengangguran, siapa tau malah bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hebat kan? Kalau tidak terdesak kebutuhan ekonomi apa mau kita bersusah payah merintis usaha? Kita positif thinking aja, kita belum bisa jadi PNS karena kita ingin dididik dan ditempa agar kita menjadi orang yang kreatif.
Janganlah kita  minta dikasihani karena kita sudah mengabdi lama kok ga diangkat-angkat. Sehingga pemerintah merasa guru honorer merepotkan dan akhirnya membatasi guru honorer karena takut menuntut diangkat jadi PNS. Soalnya hal yang tidak mungkin juga kan mengangkat semuanya, butuh proses dikarenakan guru honorer banyak sekali, semua terkait dana APBN. Disini saya bukannya membela pemerintah tapi itu kenyataannya, kita tidak bisa “ngejebne” pemerintah karena honorer sekarang dan dulu sangat berbeda jauh dalam hal kuantitas.  Kita sebagai guru honorer harusnya bisa menunjukkan wibawa kita dengan memperlihatkan skill kita, loyalitas kita dan kemandirian kita agar kita tidak diremehkan lagi dan orang bisa melihat kita bukan dengan pandangan memelas/mesakne tapi bangga dengan kita.
Sebuah pelajaran dapat kita ambil dari Bu Een, seorang guru yang terus mengabdikan ilmunya walaupun kondisinya lumpuh. Beliau tetap semangat mengajar dalam keterbatasan yang dimilikinya. Beliau senang kalau anak-anak jadi pintar dan semangat dalam belajar. Semangat itulah yang seharusnya kita contoh dan kita ikuti. Buah dari keikhlasan dan pengabdiannya, Bu Een akhirnya bisa mewujudkan impiannya yaitu pergi ke istana negara. Bahkan didampingi oleh Bapak SBY serta petinggi-petinggi negara lainnya. Kita sebagai guru bangga juga kan terhadap Beliau?
Jadi sekali lagi saya ungkapkan, tidak ada hal kebaikan yang kita lakukan akan sia-sia. Semua ada balasannya, pahala sudah pasti, amal jariyah yang akan terus mengalir, kepuasan kita saat melihat anak didik kita menjadi anak yang pintar dan sukses, rejeki yang barokah, dan insya Allah kebaikan akan mengiringi setiap langkah kita. Amiin,,,,

( by: Diannita / Ratna Dewi )